Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2009

Perusahaan Gas Negara (PGAS) memperkirakan
volume gas yang disalurkan selama 2009 mencapai 700-
800mmscfd. Volume distribusi gas pada Q108 mencapai
72 mmscfd atau naik 37% dibanding periode yang sama
tahun lalu.

Kamis, 07 Mei 2009

Aneka Tambang (ANTM) berencana merevisi belanja
modal (capex) tahun 2009 akibat perlambatan ekonomi
global, yang akan lakukan padai Juni nanti. Terkait
menurunnya kinerja keuangan perseroan tahun buku
2008, manajemen ANTM memperkirakan setoran dividen
tahun ini akan mengalami penurunan.


Manajemen Aneka Tambang (ANTM) menyatakan siap
mengambilalih saham divestasi PT Newmont Nusa
Tenggara jika memang ditugaskan pemerintah.
Perseroan akan melakukan uji tuntas terlebih dulu untuk
mendalami aset Newmont yang akan diambilalih. Namun
hingga saat ini perseroan belum melakukan kajian khusus
karena belum ada arahan dari Kementerian BUMN selaku
kuasa pemegang saham Perseroan.


Wijaya Karya (WIKA) bekerjasama dengan Mitsubishi
Corporation mulai membangun PLTGU Tanjung Priok 740
MW senilai Rp387 miliar yang terdiri dari proyek PLTGU
2x250 MW dan 1x240MW milik PLN. Proyek ini
diharapkan selesai dalam kurun waktu 32,5 bulan dan
dapat menambah pasokan listrik di Pulau Jawa, sebesar
740 MW.


Medco Energy International (MEDC) berencana
meminjam sekitar USD 150 juta untuk mengembangkan
ldang migas di Libya dan tidak akan menjual sahamnya di
aset Afrika.


Adhi Karya (ADHI) menargetkan pertumbuhan
pendapatan 2009 hanya 1% atau relatif flat menjadi
Rp6.7 triliun, sedangkan pertumbuhan laba 2009
ditargetkan sebesar 96.5% menjadi Rp160.1 miliar.
Perkiraan pertumbuhan laba 2009 yang signifikan
tersebut dikarenakan laba bersih tahun sebelumnya
tergerus akibat provisi proyek monorel sebesar Rp114
miliar, sedangkan untuk tahun ini berpotensi kembali
normal. Perseroan sendiri meraih laba bersih triwulan I
2009 sebesar Rp 7,4 miliar naik 315% YoY.



Jasa Marga (JSMR) mengincar pendapatan Rp3,69
triliun tahun ini naik 10.14% dibanding pendapatan tahun
2008 yang Rp3,35 triliun. Perseroan menyebutkan EBITA
Margin diharapkan tumbuh 55,5 % dibanding 53,9 %
tahun sebelumnya dan total aset diperkirakan naik
menjadi Rp18,2 triliun dari Rp14,9 triliun. Perseroan
menargetkan Capex sebesar Rp4,68 triliun naik tajam
dari tahun sebelumnya Rp1,16 triliun.


Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyiapkan dana
sebesar Rp 2 triliun untuk Perusahaan Umum Badan
Urusan Logistik (Bulog) yang bisa segera dicairkan. Jika
Bulog membutuhkan dana tambahan, BRI menyiapkan
plafon kredit hingga Rp 4,5 triliun. Pinjaman tersebut
diberikan kepada Bulog untuk membeli hasil produksi
pertanian.

Selasa, 05 Mei 2009

Berhubung Inet saya sedang lemot beberapa hari ini (dikarenakan provider/alat radio yang terpasang di atap rumah : masih blm diketahui dengan pasti ) maka mungkin postingan saya akan telat ataupun tidak memposting market review

:D
semoga koneksi inet ini tidak berlangsung lama

tq lol
Sebanyak 22 perusahaan akan melakukan penawaran
umum perdana (IPO) pada tahun ini dengan total dana
dihimpun sekitar Rp 13,02 triliun.
DPR mengusulkan agar pemerintah menyiapkan
stimulus tahap II di tahun 2009 ini. Jumlah dana
stimulus yang bisa dikucurkan sekitar Rp 10-15 triliun
dengan memprioritaskan infrastruktur.

Jumat, 01 Mei 2009

PT Timah Tbk (TINS) kinerja keuangan hingga kuartal pertama 2009 terlihat suran, menyusul turunnya peroleha atas laba bersih yang dibukukan dalam periode tersebut sebesar 97 persen menjadi Rp14,44 miliar dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp487,29 miliar. Faktor penyebab penurunan laba bersih mulai terlihat dari sisi up liner yang mengalami penurunan pendapatan menjadi Rp1,58 triliun dari Rp1,81 triliun. Penurunan atas pendapat tersebut juga mengakibatkan laba operasional mengalami penurunan menjadi Rp18,67 miliar dari Rp766,66 miliar sebelumnya.


PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat kenaikan pendapatan usaha selama triwulan pertama tahun 2009 sebesar 62 persen menjadi Rp4,48 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut akiabt naiknya volume penjualan gas pada triwulan pertama tahun 2009 menjadi 721 MMSSCFD. Kenaikan volume ini terutama didorong peningkatan kapasitas pemakaian gas dari pelanggan industri terutama sektor pembangkit tenaga listrik. Pada bidang usaha transmisi, volume penyaluran gas mengalami kenaikan menjadi 758 MMSCFD pada tahun 2008 dari sebelumnya 736 MMSCFD pada tahun 2007 dan pada triwulan pertama 2009 meningkat lagi menjadi 779 MMSCFD.


PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melunasi utang reponya kepada PT PNM Investment Management sebesar Rp203 miliar pada 30 April 2009. Dengan pelunasan utang repo tersebut maka perseroan sudah tidak memiliki utang repo lagi ke PNM. Sebelumnya perseroan menyisakan utang repo kepada PNM sebesar Rp231,81 miliar, namun telah berkurang karena ada pembayaran sebagian. Sedangkan untuk utang repo dari Bakrie Capital Indonesia, penyelesaiannya masih dilakukan dengan cara bertahap.

Kamis, 30 April 2009

Bank Mandiri (BMRI) membukukan laba bersih triwulan
I 2009 sebesar Rp 1,4 triliun naik 0,8% dibanding
triwulan I 2008 yang sebesar Rp 1,39 triliun. Dana Pihak
Ketiga (DPK) Bank Mandiri menjadi Rp 272 triliun naik
21,5% dibanding Rp 223,9 triliun di 1Q09. Kredit
tumbuh 30,5% menjadi Rp 176,9 triliun dibanding
triwulan I 2008 yang sebesar Rp 135,5 triliun. Rasio
kredit macet (NPL) net naik menjadi 1,46% dibanding
triwulan I 2008 sebesar 1,31%. Total aset Mandiri hingga
akhir Maret 2009 mencapai Rp 347,6 triliun naik 16%
dibanding triwulan I 2008 yang sebesar Rp 299,6 triliun.



Bank Mandiri (BMRI) hingga kini masih mengejar 135
debitor dengan total tunggakan hingga Rp 12 triliun. Jika
tidak segera dibereskan, maka berpotensi mendongkrak
rasio kredit macet atau NPL di kuartal II 2009.


Bank Negara Indonesia (BBNI) menargetkan
perolehan laba bersih sebesar 4 kali lipat dari perolehan
laba bersih di kuartal I 2009 sebesar Rp 635 miliar, atau
setara Rp 2,54 triliun hingga akhir 2009. Pencapaian
target tersebut dilakukan perseroan dengan cara
menggenjot fee based income yang ditargetkan sebanyak
Rp 3-4 triliun di akhir tahun 2009.


Bank Central Asia (BBCA) membukukan laba bersih
sebesar Rp 1,6 triliun pada 1Q 2009 meningkat 41,8%
YoY dari sebelumnya sebesar Rp 1,2 triliun. Perolehan
laba bersih ini didorong oleh peningkatan pendapatan
bunga bersih dan fee based income yang signifikan serta
penurunan tarif pajak pengahasilan.
Manajemen perseroan mengakui perseroan memiliki
obligasi Mobile-8 (FREN) senilai Rp100 miliar yang
terancam default, namun hal tersebut sudah masuk
dalam pecadangan.


Manajemen Bank Central Asia (BBCA) segera
mengoperasikan bank syariah hasil konversi dari Bank
UIB pada September tahun ini. Pada tahap awal bank
syariah tersebut akan beroperasi dengan aset sebesar Rp
705 miliar, namun tidak tertutup kemungkinan perseroan
akan menambah modalnya lagi tahun depan.


Bakrieland Development (ELTY) menargetkan dapat
melakukan serah terima proyek Pullman Bali Legian
Nirwana kepada pembeli sebanyak 100 unit dari 360 unit
yang dikembangkan pada sekitar Juli 2009. Proyek
kondotel itu dikembangkan sebagai proyek residensial
strata title dengan konsep hunian komersial yang dikelola
jaringan Accor International. ELTY menjanjikan tingkat
pengembalian investasi (ROI) 6% dalam dolar AS per
tahun selama 3 tahun pertama untuk kondotel Pullman
Bali Legian Nirwana Resort.


Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) belum
melaporkan rencana pembelian 17% saham Adaro
Energy (ADRO) kepada Kementerian Negara Badan
Usaha Milik Negara (BUMN). Kementerian BUMN
menyatakan belum mengetahui aksi korporasi yang
hendak dilakukan PTBA.


Dalam kasus jual gadai saham Adaro Indonesia – anak
usaha Adaro Energy (ADRO), menurut Deutsche,
pengadilan telah mengizinkan Deutsche Bank untuk
menuntut balik dan menyatakan bahwa Beckett memiliki
utang kepada Deutsche Bank sebesar USD 86 juta yang
tercatat sebagai pinjaman pokok dan bunga di tahun
2001, setelah melakukan penyesuaian terhadap harga
jual saham PT Adaro.



Astra Internasional (ASII) membukukan laba bersih
triwulan I 2009 Rp 1,88 triliun atau turun 17% YoY
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya
sebesar Rp 2,25 triliun. EPS turun menjadi Rp 463.
Pendapatan bersih Astra Grup mencapai Rp 21,54 triliun
selama kuartal I 2009, turun 1% YoY dibandingkan
dengan Rp 21,78 triliun pada tahun 2008. Laba usaha
turun 16% dari Rp 3,13 triliun menjadi Rp 2,62 triliun.


Laba bersih triwulan I 2009 Semen Gresik (SMGR) naik
31,32% YoY menjadi Rp 681,12 miliar dari Rp 518,65
miliar. Pendapatan naik menjadi Rp 3,22 triliun dari Rp
2,55 triliun dan laba usaha naik menjadi Rp 865,91 miliar
dari Rp 704,41 miliar. Penghasilan lain-lain naik menjadi
Rp 80,9 miliar dari Rp 35,22 miliar dan bagian laba
perusahaan asosiasi naik menjadi Rp 2,89 miliar dari Rp
1,11 miliar sehingga laba sebelum pajak menjadi Rp
949,7 miliar dari Rp 740,75 miliar.

Rabu, 29 April 2009

Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) membukukan
kenaikan laba di 1Q 2009 hingga 3 kali lipat menjadi Rp
920,6 miliar dibandingkan Rp 286,4 miliar tahun lalu.
Pendapatan perseroan per 31 Maret 09 naik 89% YoY
menjdi Rp 2,330 triliun. Kenaikan pendapatan itu
disebabkan oleh naiknya volume penjualan dan harga batu
bara. Volume penjualan naik 4% menjadi 2,82 juta ton
yang terdiri dari 78% domestik dan 22% ekspor. Harga
jual rata-rata batu bara PTBA di pasar ekspor naik 61%
menjadi USD 96/ton untuk kalori 5900-7000 kcal/kg dan
dipasar domestik naik 79% menjadi Rp 737.000. Khusus
penjualan ke PLTU Bukit Asam dan Tarahan masih
menggunakan harga kontrak tahun 2008, karena harga
kontrak 2009 belum disepakati. Sementara volume angkut
kereta api naik 15% menjadi 2,58 juta ton.



Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menjajaki
peluang membeli 17% saham Adaro Energy (ADRO) yang
akan dilepas oleh konsorsium Goldman Sachs. Saat ini
perseroan juga melakukan uji tuntas 2 perusahaan
batubara untuk diakuisisi. Akusisi tersebut untuk
meningkatkan jumlah cadangan batubara perseroan.



Medco Energi Internasional (MEDC) berharap
penerbitan obligasi sebesar Rp 1,5 triliun bisa terealisasi
paling lambat Juni 2009. Pernyataan efektif dari Bapepam
diharapkan diperoleh pada pertengahan Mei 2009.

Jasa Marga (JSMR) akan mengusulkan porsi pembagian
deviden 2008 sebesar Rp247.73 miliar atau 35% dari laba
2008 yang mencapai Rp707.79 miliar. Hal tersebut akan
dibahas pada RUPT pada 28 Mei mendatang.

Jasa Marga (JSMR) menanamkan investasi sekitar Rp13,4
miliar untuk melebarkan jalan tol Amplas-Tanjung Morawa,
Sumut sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 12 meter.
Pelebaran jalan tol di km 33,5 tol Belmera (Belawan-
Medan- Tanjung Morawa) itu memang sudah mendesak
karena selama ini jalan tol di kawasan itu masih satu jalur.
Pembangunan dua jalur itu juga dimaksudkan sebagai
upaya peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa tol
Belmera yang terus meningkat, sekaligus untuk
menghindari kecelakaan. Proyek tersebut ditargetkan
selesai pada Juli tahun ini juga.

Laba bersih triwulan I 2000 Bentoel Investama (RMBA)
sebesar Rp 17 miliar atau turun 57% YoY dibanding
periode sama tahun sebelumnya laba bersih Rp 40 miliar.
Penjualan naik sebesar 3% menjadi Rp 1,35 triliun dari Rp
1,3 triliun namun volume penjualan turun menjadi 3,73
miliar batang dari 4,01 miliar batang.


Bank Danamon (BDMN) membeli 20% saham Adira
Dinamika Multifinance (ADMF) senilai Rp 1.6 triliun atau
USD 147 juta. Bank Danamon membeli saham tersebut dari
pemilik lamanya Mega Value Profits Limited, British, Virgin
Island yang tercatat memiliki 20 miliar saham Adira


Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyatakan potensi
kerugian akibat kredit macet akibat penyimpangan dalam
pemberian kredit yang diduga dilakukan oknum pejabat
BRI di kantor cabang Serang sebesar Rp 169 miliar.


Laba bersih per triwulan I 2009 Bank Ekonomi (BAEK)
naik 35,23 % menjadi Rp103,653 miliar dibanding periode
sama tahun sebelumnya yang meraih laba bersih Rp76,645
miliar. Pendapatan bunga bersih mencapai Rp228,037
miliar dari Rp162,48 miliar dan laba operasional menjadi
Rp95,66 miliar dari Rp74,33 miliar. Bank ini mencatat CAR
sebesar 15.91 % turun dari 16,28 % sebelumnya dan NPL
netto 0,62 % turun dari 0,96 % sebelumnya.

Selasa, 28 April 2009

DPR, Perusahaan Gas Negara (PGAS) membukukan laba
tahun 2008FY Rp 2,14 triliun atau naik 36% YoY dari laba
tahun 2007 sebesar Rp 1,57 triliun. Kenaikan laba itu
disebabkan oleh kenaikan volume penjualan pasca
rampungnya proyek pipanisasi. Sementara pihak
perseroan menolak berkomentar.

Kementerian BUMN berencana mengkonversi kembali utang
pemerintah kepada Perusahaan Gas Negara (PGAS)
tahun ini. Dikatakan saat ini masih dalam tahap
penyelesaian masalah administrasi. Setelah konversi
tersebut saham pemerintah di PGAS akan meningkat
menjadi 56,46% dari sebelumnya 54,58%.

Pemerintah berencana untuk menambah kembali
kepemilikan saham di Perusahaan Gas Negara (PGAS)
dengan cara mengkonversi piutangnya menjadi saham
setelah melakukan konversi pada sebanyak 992.724.172
saham pada 16 April 2009. Rencana penambahan saham
tersebut saat ini tinggal menunggu penerbitan peraturan
pemerintah (PP) terkait hal itu. Diharapkan konversi sisa
piutang tersebut sudah bisa dilakukan tahun ini.


Excelcomindo Pratama (EXCL) memperkirakan laba
bersih Q1 2009 mengalami penurunan dibanding periode
sama 2008 akibat kerugian kurs. Sedangkan pendapatan
perusahaan pada periode tersebut diperkirakan tumbuh
sedikit dari sebelumnya.

Excelcomindo Pratama (EXCL) menjajaki kemungkinan
menerbitkan obligasi konversi (convertible bond) untuk
mendanai belanja modal (capex) tahun 2009 yang sebesar
USD 600-700 juta. Dananya akan digunakan untuk
membangun 1000-2000 Base Transceiver Station (BTS)
sebesar 90%, sisanya untuk pengembangan teknologi.
Pendanaannya akan menggunakan kombinasi kas internal,
pinjaman bank dan pasar modal. Sejauh ini, pinjaman
yang telah diperoleh perseroan sebesar USD 400 juta dari
EKN. Pinjaman EKN tersebut, sebesar USD 200 juta sudah
dicairkan tahun lalu dan sebesar USD 200 juta akan
dicairkan tahun ini untuk mendanai capex. Besaran kas
internal masih belum ditentukan, karena masih mengkaji
opsi-opsi pendanaan dari pasar modal.


Aneka Tambang (ANTM) berniat menggandeng mitra
strategis untuk bekerjasama membangun pabrik
pengolahan nikel Feni IV. Nilai investasi pabrik tersebut
diperkirakan USD1,80 miliar. Pabrik Feni IV tersebut akan
dibangun di Halmahera, Provinsi Maluku. Pembangunan
pabrik Feni IV direncanakan pada 2011-2013. Semenjak
batal kerjasama dengan BHP Biliton dan memutuskan
kerjasama dengan International Nickel (INCO),
perseroan berencana membangun pabrik Feni IV untuk
menambah kapasitas produksi Feronikel dan bijih nikel.
Perseroan menargetkan, pabrik ini dapat beroperasi pada
2014.



Telekomunikasi Indonesia (TLKM) akan mencari dana
yang berasal dari vendor financing asal China dan Jepang
sebesar USD100 juta untuk memenuhi kebutuhan capex di
2009 yang mencapai USD2 miliar. Dikatakan kebutuhan
capex tersebut sekitar 70% akan didanai dari kas internal
dan sisanya sekira 30% berasal dari eksternal yang bisa
berbentuk pinjaman bank, dari vendor financing, ataupun
penerbitan obligasi.


Bank OCBC NISP (NISP) membukukan kenaikan laba
bersih Q1 2009 sebesar 35% YoY menjadi Rp73,2 miliar
dibandingkan periode yang sama 2008 sebesar Rp 54,3
miliar. Peningkatan laba ini dikontribusikan dari
peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 32% YoY
menjadi Rp 398,8 miliar, serta peningkatan pendapatan
operasional lainnya sebesar 35% YoY menjadi Rp 118,9
miliar yang sebagian besar dikontribusikan dari
peningkatan pendapatan dari transaksi valuta asing.
Sementara itu jumlah DPK meningkat sebesar 32,5% YoY
menjadi Rp27,5 triliun pada akhir Maret 2009. Peningkatan
ini terutama akibat peningkatan deposito sebesar 41,9%
sisi lain penyaluran kredit hanya tumbuh sekitar 3,1% dari
Rp 18,9 triliun per 31 Maret 2008 menjadi Rp19,5 triliun
per 31 Maret 2009 dengan NPL nett sebesar 2,21%.

Senin, 27 April 2009

Dikabarkan konsorsium Goldman Sachs berencana menjual
17% saham Adaro Energy (ADRO) pada harga minimal
Rp1200/saham. Dikatakan pula proses placement tersebut
diperkirakan akan rampung pada awal bulan Mei 2009,
beberapa calon pembeli dari Jepang, China, Korea, India dan
Eropa sudah menyatakan minat.


Cowell Development (COWL) menargetkan penjualan rumah
tapak tahun ini Rp 125 miliar, naik 25% dibanding raihan 2008
sebesar Rp 101 miliar. Perseroan mematok pertumbuhan
penjualan yang lebih besar dibanding 2008 yang hanya 10%.

Lippo General Insurance (LPGI) sepakat membagikan
dividen sebesar Rp20 per saham setelah emiten berhasil
membukukan laba bersih untuk tahun keuangan 2008 sebesar
Rp12 miliar.Hingga akhir 2008, LPGI juga berhasil
meningkatkan underwriting sebesar 92,8% dari Rp16,01 miliar
di tahun 2007 menjadi Rp30,85 miliar di tahun 2008.

Mandom Indonesia (TCID) membagi dividen Rp300 per
sahamnya pada 2 Juni 2009. Cum dan ex di pasar reguler dan
negosiasi pada 13-14 mei 2009 dan di pasar tunai 18-19 mei
2009.

Kamis, 23 April 2009

Dear All
Ketentuan Penyesuaian pemotongan pajak Dividen Tahun 2009 sbb :
1. Untuk Nasabah Domestik/WNI yang punya NPWP/Tidak punya NPWP pajak> dividennya 10 % .
2. Untuk Nasabah Asing/WNA tidak ada KITAS pajak dividennya 20 %, Bila Ada> KITAS yang masih berlaku pajaknya 10 % .
3. Untuk Badan Usaha/PT Ada NPWP pajaknya 15%, Tidak Ada NPWP pajaknya 30 > %
4. Untuk Badan Usaha/Institusi Asing pajaknya 20 %
5. Untuk Dividen Reksadana Periode Tahun 2009- 2010 pajak dividennya 0 %.
Demikian dikonfirmasikan agar dapat diketahui, terima kasih.>

Selasa, 21 April 2009

Aneka Tambang (ANTM) optimis target produksi
feronickel dan emas Q1 2009 akan tercapai. Untuk tahun
ini perseroan menargetkan produksi ferronickel sebanyak
12000 ton atau turun 29.41% YoY, sedangkan produksi
emas ditargetkan sebanyak 2.8 ton.


Manajemen Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA)
memperkirakan laba bersih pada kuartal I – 2009 naik
diatas 100% dibanding kuartal I – 2008 sebesar Rp 286.3
miliar.


United Tractors (UNTR) sampai Maret 2009 membukukan
penjualan alat berat sebanyak 628 unit atau turun 46,23%
YOY. Penurunan penjualan yang paling besar terjadi di
sektor kehutanan yang mencapai 81,03%, sementara
penurunan di sektor perkebunan turun 76,51% dan sektor
pertambangan turun 19,01%. Volume penjualan alat berat
UNTR di triwulan I sudah mencapai 26,2% dari target
2.400 unit alat berat.


Bakrie & Brothers (BNBR) berkomitmen akan melunasi
seluruh hutang dan gadai saham (repo) yang telah
direstrukturisasi dengan sejumlah pihak paling lambat akhir
tahun. Sumber dana berasal dari kombinasi kas internal
dan hutang. Jumlah kewajiban Bakrie & Brothers sebagai
induk Group Bakrie mencapai Rp 4.2 triliun turun drastis
dibandingkan sebelumnya senilai USD 1.46 miliar.


Perusahaan Gas Negara (PGAS) akan memasok gas ke
PLTU Muara Karang sebanyak 30 juta Mscfd/hari mulai Juni
2009 dengan harga USD4-5.6/mmbtu. Pasokan gas
tersebut akan dilakukan dengan menggunakan pengalihan
dengan Pertamina.
Perusahaan Gas Negara (PGAS), Pertamina, PLN telah
menandatangani Ketentuan-Ketentuan Pokok Perjanjian
Pembentukan Perusahaan LNG Receiving Terminal di
Jakarta, 17 April 2009. Adapun ketentuan-ketentuan Pokok
Perjanjian ini mencakup pembangunan LNG Receiving
Terminal dengan teknologi floating storage and
regasification unit (FSRU) di Jawa Barat. Pemanfaatan LNG
ini khususnya bagi pembangkit listrik milik PLN. Sementara
pasokan gas untuk kebutuhan fasilitas tersebut nanti
berasal dari sumber gas di Kalimantan Timur dengan total
volume 11,75 juta ton selama 11 tahun.

Jumat, 17 April 2009

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) kembali menjalas keterkaitan terjadi revisi atas laporan keuangan yang semata-mata karena adanya human Error pada saat proses penyiapan iklan koran laporan keuangan. Revisi yang dilakukan perseroan adalah pada iklan laporan keuangan yang keluar pada 3 April tercantum bagian atas laba bersih perusahaan asosiasi sebesar Rp582.048.218.000, kemudian perseroan meralatnya pada 4 april menjadi Rp1.582.048.218.000. Dari revisi tersebut ada bagian akun yang berubah antara lain laba (rugi) atas penjualan penyertaan saham pada anak perusahaan dan perusahaan asosiasi, serta akun bagian atas laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi karena perubahan tersebut maka penjumlahan dalam laporan laba rugi mengalami perubahan. Selain itu perubahan juga terjadi pada akun neraca antara lain; akun komponen ekuitas dan investasi pada perusahaan asosiasi


PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) setelah hampir dua tahun memperoleh lisensi sambungan langsung internasional (SLI) dari pemerintah, akhirnya baru meluncurkannya SLI tersebut dengan kode akses 009. Bagi perseroan dengan peluncuran SLI ini sebagai bagian langkah perseroan menjadi full service network provider. Jaringan SLI perseroan ini dapat di sinergikan dengan jaringan yang sudah tersebar di 64 kota di seluruh Indonesia

Kamis, 16 April 2009

BMRI menjajaki divestasi 7% saham sehingga saham yang dipegang publik menjadi 40% dari saat ini 33%. Hal ini dilakukan agar perseroan memperoleh insentif pajak, sehingga bisa menyumbang laba bersih Rp400 miliar per tahun.(bisnis/fz)


Bank Mandiri (BMRI) akan terus mendukung industri
perkapalan nasional dan industri pelayaran. Pembiayaan
BMRI di industri pelayaran tahun 2008 tumbuh 54% dari
tahun sebelumnya mencapai angka sekitar Rp 3,019 triliun
dari tahun 2007 yang hanya sebesar Rp 1,895 triliun.
Sebagian kredit yang disalurkan merupakan kredit segmen
Commercial khususnya untuk pembiayaan di bidang
pelayaran.



Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menargetkan dividen
saham tahun buku 2008 sebesar 50% dari perolehan laba
bersih. Perseroan optimistis laba tahun lalu mencapai Rp
13,70 triliun atau naik dibanding tahun sebelumnya Rp
12,85 triliun.

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melakukan investasi
Rp 1,8 miliar untuk mengembangkan sistem penyebaran
tagihan elektronik (Electronic Billing Statement/eBS) bagi
pelanggan di Divisi Regional II, Jabotabek. Dengan eBS ini
pelanggan diharapkan lebih cepat menerima informasi
tagihan jasa telekomunikasi yang selama ini dikirim melalui
alamat rumah/kantor dalam bentuk fisik (surat).

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menggandeng
operator Orange dalam melayani lebih dari 230 sirkuit atau
link pelanggan Orange di Indonesia. Dengan kerjasama ini,
maka tahun 2009 ini perseroan akan melayani bandwith
sebesar 500 Mbps atau sekitar 100 konsumen korporat
Orange bisa mengakses fitur konten melalui jaringan yang
dimiliki Telkom

Rabu, 15 April 2009

PT Timah Tbk (TINS) dampak dari melemahnya permintaan terhadap produk timah dan faktor dari turunnya harga timah di pasar internasional membuat perseroan menurunkan target produksi pada tahun ini berkisar 45.000 ton hingga 48.000 ton atau turun dari 49.029 ton di tahun 2008. Bahkan target tersebut bisa lebih rendah dari yang ditargetkan. Namun, Perseroan akan tetap memantau dari perkembangan harga timah di pasar internasional dan perseroan tidak akan memproduksi terlalu banyak karena akan semakin membuat harga turun.

Senin, 13 April 2009

Perusahaan Gas Negara (PGAS) mengalokasikan dana USD
100 juta untuk mendanai proyek anak usaha. Dana itu akan
digunakan untuk meningkatkan kemampuan pipa Transportasi
Gas Indonesia yang 59.87% sahamnya dikuasai PGAS.


Aneka Tambang (ANTM) akan mencari alternatif pembiayaan
bilamana diminta pemerintah untuk membeli 17% saham
Newmont Nusa Tenggara dikarenakan kas perseroan tidak
mencukupi. Adapun perseroan akan menjajaki pembentukan
konsorsium, namun hingga saat ini perseroan belum dapat
memutuskan.

Tambang (ANTM). Antam, mengatakan, pihaknya masih
mempertimbangkan rencana tersebut. Pasalnya, BUMN
tersebut masih terkendala soal pendanaan dan tahun ini fokus
pada proyek aluminium di Tayan, Kalimantan Barat. Antam
pada dasarnya berminat membeli saham Newmont. Namun
Antam harus realistis soal dana yang dimiliki. Untuk itu,
perseroan akan melakukan due diligence. Dari hasil uji
kelayakan itulah, Antam akan menentukan apakah saham NNT
layak dibeli atau tidak. Kelayakan tersebut tentunya
berdasarkan keuntungan apa yang akan didapat Antam jika
membeli saham tersebut.


Bakrie & Brother (BNBR) menjajaki pendanaan baru untuk
melunasi hutang kepada Northstar Pacific Partners Ltd sebesar
Rp 4.26 triliun. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi
kemungkinan batalnya penerbitan obligasi konversi sebesar Rp
4.26 triliun.


Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan aturan
baru transaksi marjin dan short selling mulai 1 Mei
2009. Dalam aturan baru itu, hanya saham yang likuid yang
bisa diperdagangkan. Selain itu analisa fundamental seperti
jumlah pemegang saham dan price to earning ratio akan
dihitung. Peraturan itu tidak akan diubah kecuali ada
peraturan lain dari Bapepam.

BNBR mencatatkan kerugian FY08 sebesar Rp14,77 triliun dari divestasi 3,6 miliar saham BUMI. Saat ini, perseroan hanya memiliki 16,46% atau 3,19 miliar saham Bumi dari sebelumnya 6,79 miliar saham.
Selain itu perseroan juga rugi Rp247,03 miliar dari penjualan 492,64 juta saham UNSP , rugi Rp76,98 miliar dari jual 758,13 juta saham BTEL, dan rugi Rp2,03 triliun dari penjualan 4,94 miliar saham ELTY. Oleh karena itu, perseroan hanya miliki 46,34% saham BTEL dan 14,85% saham ELTY.


PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berniat untuk membiayai pada tiga proyek perusahaan BUMN yakni Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT PAL Indonesia (PAL) untuk tujuan meningkatkan ekspansi kredit di sektor korporasi pada tahun ini. Dalam pemberian kredit ini perseroan juga siap untuk menjadi pimpinan sindikasi dalam pembangunan proyek pembangkit listrik Aceh yang akan dilaksanakan pada tahun ini

Sabtu, 11 April 2009

Prediction

Selama IHSG liburan panjang... market regional banyak yang sudah warna hijau alias naik...

terutama Dow yang sempat naik 3%an...

nah... kira 2 senin bursa Indonesia kita bagaimana? biasanya c ngejar... masa mau ketinggalan...
apalagi.. harga2 saham kita termasuk masih murah lhoooo

berikut bursa saham harian !!! ^o ^

Jumat, 10 April 2009

Penjelasan

Blog ini memuat tentang berita bursa saham harian yang ditujukan kepada kalangan yang membutuhkan informasi seputar saham.sebagai salah satu sarana informasi yang dapat membantu mereka dalam mengambil suatu keputusan maupun dalam proses pembelajaran. Blog ini bertujuan untuk memberikan informasi saja dan tidak menyarankan apapun kepada pembaca atas segala informasi yang diberikan di blog ini.

Kamis, 09 April 2009

News

8/4/2009

Bank Mandiri (BMRI) akan memfokuskan penyaluran kredit konsumernya melalui produk-produk yang memberikan imbal hasil yang tinggi, seperti mitra karya dan kartu kredit. Pihaknya akan mengusahakan pertumbuhan kredit konsumer sekitar 20 % hingga akhir
tahun. Bank Mandiri (BMRI) mendesak manajemen Garuda Indonesia untuk menyelesaikan obligasi konversi senilai Rp 1 triliun yang berstatus macet. BMRI hingga kini menunggu arahan BI terkait kemungkinan mengkonversi obligasi tersebut menjadi saham melihat kinerja Garuda Indonesia mulai membaik. Garuda Indonesia merupakan salah satu 10 top debtor
BMRI dengan kewajiban sebesar USD 100 juta.


Bakrie & Brothers (BNBR) membantah pemberitaan yang menyebutkan perseroan menyiapkan Rp2,5 triliun untuk Buy Back Bumi. Dalam pemberitaan disebutkan BNBR menyiapkan Rp2-2,5 triliun untuk buy back saham bumi yang dijadikan jaminan utang kepada kreditur. Bapepam-LK akan memeriksa Bakrie & Brothers (BNBR) terkait revisi laporan keuangan 2008 dan bilamana terbukti melanggar aturan makan akan dijatuhkan sanksi kepada perseroan berserta auditornya.





Bagi yang ingin mendapatkan news tentang perusahaan lain.. dapat merequestnya... kl ad akan saya masukkan dalam bursa saham harian ... semoga membantu ^^